PENYEBAB MINAT BELAJAR MENURUN

APA PENYEBAB ANAK MENJADI MALAS BELAJAR?





Pertanyaan tersebut mungkin sering kali kita dengar. Hal ini terjadi karena peserta didik jaman sekarang dan jaman dahulu sangatlah berbeda.




Pendidikan jaman skarang dan dahulu sangatlah beerbeda. Perbedaan keduanya sangat jelas pada gambar diatas, mulai dari penampilan seragam, keadaan kelas. Namun selain perbedaan dari segi fisik atau yang terlihat, perbedaan yang paling menojol adalah aspek karakter peserta didik. Karakter atau sifat peserta didik jaman dulu biasanya mereka anak-anak yang pandai dalam berbicara, berani mengutarakan pendapat, biasanya juga lebih cerdas. Hal tersebut dikarenakan belum adanya teknologi canggih seperti sekarang

Pertama-tama mari kita ketahui tentang apa aitu belajar. Belajar adalah suatu pengumpulkan sejumlah pengetahuan melaui perubahan yang dialami siswa dan potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Menurut Ernest R. Hilgard dalam (Sumardi Suryabrata, 1984:252) belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya. Seseorang dianggap telah belajar jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya di dalam proses belajar sehingga minat sangat diperlukan. Sebab seseorang yang tidak memiliki minat belajar, tidak mungkin melakukan aktivitas belajar. Minat adalah gejala yang tertarik pada sesuatu  sehingga minat seseorang akan muncul dan mencerminkan tujuannya. Apabila siswa yang berminat terhadap suatu pelajaran tertentu dapat dilihat dan diamati dalam menekuni pelajaran tersebut. Tanpa adanya minat maka ia tidak dapat menguasai pelajaran yang diberikan gurunya. Dari pengertian di atas menunjukkan bahwa, minat merupakan salah satu faktor dalam memperoleh hasil belajar. Sebab tanpa adanya minat yang tinggi, siswa merasa terpaksa dan terbebani dalam kegiatan belajar.

 


Faktor  yang mempengaruhi menurunnya minat belajar siswa memiliki banyak jenis. Faktor -faktor belajar ini dibagi menjadi dua bagian yaitu faktor internal yang berasal dari dalam dan faktor eksternal yang berasal dari luar.

 

1. Faktor dari dalam diri siswa (internal). Faktor ini dibagi menjadi tiga yaitu intelegensi, bakat dan Kesehatan.



2. Faktor dari luar diri siswa (Ekstrnal). Faktor ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkyngan masyarakat.



3. Dalam pembahasan kita kali ini adalah factor teknologi.

Seperti penjelsan diatas, bahwa hadirnya kemajuan teknologi dapat berdampak baik, namun juga berdampak buruk. Masuknya teknologi didunia Pendidikan sangatlah membantu kemajuan Pendidikan. Namun dampak buruknya juga sangat terasa bagi para peserta didik. Berkembangnya smartphone mengakibatkan peserta didik dapat mengakses apapun dalam genggaman mereka. Anak dibawah umur yang seharunya harus belajar, sekarang malah asik membuat konten yang tidak mendidik, mereka juga melihat konten yang seharusnya tidak mereka lihat. Anak-anak jaman sekarang sudah terlena dengan adanya aplikasi hiburan yang tidak mendidik. Hal ini menyebabkan waktu anak-anak terbuang sia-sia. Al hasil, mereka sama sekali tidak belajar.



Dalam kasus ini orang tua harus mengawasi anak-anaknya, terutama harus bisa memanagement waktu anak, seperti membagi waktu untuk bermain smartphone dan juga waktu belajar. Orang tua juga harus ekstra dalam mengingatkan anak-anaknya untuk belajar. Karena bagi anak jaman sekarang belajar adalah hal yang sangat membosankan. Teknologi adalah salah satu dari factor penyebab menurunnya semangat belajar peserta didik. Karena hal ini sudah menjadi momok yang banyak dirasakan masyarakat, maka dari itu kerja sama antara pemerintah, pihak sekolah, dan oraang tua sangat diandalkan. Jika tidak segera ditangani maka Pendidikan bangs aini akan benar-benar merosot kualitasnya.

Solusinya yaitu harus diadakannya sosialisasi tentang dampak teknologi bagi Pendidikan dan anak. Kemudian, pemerintah harus membuat peraturan yang tegas mengenai penggunaan smartphone untuk anak dibawah umur. Dari sekolah sendiri, sekolah harus bisa memberikan Pendidikan moral yang lebih intensif, tujuannya adalah agar peserta didik dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Kemudian orang tua juga harus ikut andil, terutama dalam mengawasi apa yang dilihat anak saat bermain smrtphone, selalu mengingatkan waktu istirahat, makan, beribadah dan juga belajar. Hal ini dilakukan agar anak bisa disiplin sejak dini.

Dibawah ini terdapat video mengatasi MALAS dalam belajar

Klik link berikut : https://youtu.be/_m8RChK7jvs








Komentar