Pengaruh Media Sosial Bagi Perilaku Remaja
Pengaruh Media Sosial Bagi Perilaku Remaja
Era globalisasi ini teknologi semakin maju, tidak dapat dipungkiri hadirnya internet semakin dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kegiatan sosialisasi, pendidikan, bisnis, dsb. Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan seseorang. Seseorang yang awalnya kecil bisa menjadi besar dengan media sosial, atau sebaliknya. Bagi masyarakat khususnya kalangan remaja, media sosial sudah menjadi candu yang membuat penggunanya tiada hari tanpa membuka media sosial. Padahal dalam masa perkembangannya, di sekolah remaja berusaha mencari identitasnya dengan bergaul bersama teman sebayanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media sosial Menjelaskan mengenai apa saja pengaruh media sosial bagi remaja dimasa perkembangannya kemudian untuk mengetahui apa saja pengaruh terhadap perilaku remaja yang disebabkan oleh media sosial saat ini. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif karena ingin mendalami suatu fakta, gejala dan peristiwa pengaruh media sosial terhadap perilaku remaja di lapangan sebagaimana adanya dalam konteks ruang dan waktu serta situasi lingkungan remaja secara alami. Peneliti menginginkan hasil penelitian berupa rincian data yang lebih kompleks tentang fenomena yang sulit diungkapkan oleh metode kuantitatif dan tidak memerlukan pengolahan data secara statistika. Hasil dari penelitian kualitatif yang dibutuhkan peneliti adalah berupa informasi yang mendalam mengenai pengaruh media sosial bagi remaja itu sendiri.
Apa saja yang biasa dilakukan remaja di sosial media ?
Kalangan remaja yang mempunyai media sosial biasanya memposting tentang kegiatan pribadinya, curhatannya, serta fotofoto bersama teman. Dalam media sosial siapapun dapat dengan bebas berkomentar serta menyalurkan pendapatnya tanpa rasa khawatir. Hal ini dikarenakan dalam internet khususnya media sosial sangat mudah memalsukan jati diri atau melakukan kejahatan. Padahal dalam perkembangannya di sekolah, remaja berusaha mencari identitasnya dengan bergaul bersama teman sebayanya. Namun saat ini seringkali remaja beranggapan bahwa semakin aktif dirinya di media sosial maka mereka akan semakin dianggap keren dan gaul. Sedangkan remaja yang tidak mempunyai media sosial biasanya dianggap kuno atau ketinggalan jaman dan kurang bergaul.
Bagaimana perkembangan media sosial ?
Saat ini teknologi internet dan mobile phone makin maju maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat. Kaum remaja saat ini sangat ketergantungan terhadap media sosial. Mereka begitu identik dengan smartphone yang hampir 24 jam berada di tangan dan sangat sibuk berselancar di dunia online yang seakan tidak pernah berhenti. Apalagi kini untuk mengakses facebook, twitter, Tiktok misalnya, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan sebuah mobile phone. Melihat hal ini, Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) bersama Yahoo! melakukan riset mengenai penggunaan internet di kalangan remaja. Hasilnya menunjukkan, kalangan remaja usia 15-19 tahun mendominasi pengguna internet di Indonesia sebanyak 64%.
Apa yang menjadi dampak bermain media sosial ?
Kalangan remaja yang menjadi hiperaktif di media sosial ini juga sering memposting kegiatan sehari-hari mereka yang seakan menggambarkan gaya hidup mereka yang mencoba mengikuti perkembangan jaman, sehingga mereka dianggap lebih populer di lingkungannya. Namun apa yang mereka posting di media sosial tidak selalu menggambarkan keadaan social life mereka yang sebenarnya. Ketika para remaja tersebut memposting sisi hidup nya yang penuh kesenangan, tidak jarang kenyataannya dalam hidupnya mereka merasa kesepian. Manusia sebagai aktor yang kreatif mampu menciptakan berbagai hal, salah satunya adalah ruang interaksi dunia maya. Selain itu dampak lainnya yakni Mengganggu kegiatan belajar remaja, bahaya penipuan, kejahatan cyber, tidak semua pengguna media sosial bersikap sopan, mengganggu hubungan komunikasi antar teman dan keluarga.
Dalam riset yang dilakukan oleh tim sukarelawan psikologi. Dampak dari penggunaan media sosial dominan adalah dampak negatif. Saat melakukan riset pada masa pandemi covid misalnya. Tim tersebut mendapatkan fakta mengejutkan dari hasil riset mereka, diantaranya banyak remaja yang mengalami gangguan mental bahkan gangguan jiwa akibat telalu sering bermain sosial media dan juga game. Dalam pengujian tes psikologi yang diikuti 980 siswa siswi, terdapat 978 peserta tes melakukan kecurangan, sedangkan 2 orang sisanya memilih mengerjakan soal sendiri, hal ini menyimpulkan bahwa remaja banyak melakukan kebohongan dari pada kejujuran. Kemudia dari segi akhlak, remaja sekarang akhlak atau kesopanannya sangat dibawah rataa-rata.
Tim tersebut menyampaikan bahwa untuk mengurangi dan menghindari dampak medsos bagi remaja, maka orang tua harus mengajarkan ilmu agama sebagai dasar atau pondasi, kemudia baru disusul pendidikan formal disekolah, sisanya yaitu keterampilan.
Semoga dengan sedikit pembahasan kali ini dapat menyadarkan kita semua akan bahaya yang mengintai jika kita membiarkan adik-adik kita, anak-anak kita terdampak sisi buruk media sosial. Perlunya kita mengawasi mereka agar mereka lebih bijak dalam menggunakan medsos maupun smartphone. Terimakasih sudah membaca, share link ini jika bermanfaat ;)




Komentar
Posting Komentar